Senator Muhammad Nuh Jajaki Pembangunan Lembaga Pendidikan Berbasis Wakaf di Deli Serdang

  • Whatsapp
Senator Muhammad Nuh Jajaki Pembangunan Lembaga Pendidikan Berbasis Wakaf di Deli Serdang
KH. Muhammad Nuh, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus forum silaturahim bersama masyarakat Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

DELI SERDANG, BIDIKPOST — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Pemilihan Sumatera Utara, KH. Muhammad Nuh, melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama warga Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pertemuan yang berlangsung di Masjid Jamik Desa Durian pada Rabu (20/5/2026) tersebut menjadi momentum serapan aspirasi sekaligus pembahasan rencana pengembangan infrastruktur pendidikan di daerah.

Pertemuan yang dipandu oleh Hasbullah Ja’far tersebut dihadiri oleh Penjabat Kepala Desa Durian, pemuka agama, tokoh masyarakat, serta kelompok pengajian perempuan di kawasan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh memohon doa restu dan dukungan dari masyarakat terkait rencana pembangunan Lembaga Pendidikan PERSIS Unggul. Fasilitas pendidikan keagamaan terpadu tersebut direncanakan akan dibangun di atas lahan wakaf yang terletak di Dusun II, Desa Durian.

Anggota parlemen tersebut juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Ustadz Hasbullah Ja’far beserta keluarga atas kontribusi sosial mereka yang telah menghibahkan tanah untuk kepentingan umum. Hibah tanah tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pembangunan sumber daya manusia di tingkat perdesaan.

“Kami berharap lembaga pendidikan ini nantinya dapat berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat secara luas,” kata Muhammad Nuh.

Seusai dialog dan sesi foto bersama warga, agenda kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lapangan. Senator bersama perangkat desa dan perwakilan masyarakat melihat koordinat fisik tanah wakaf untuk memastikan kesiapan lahan sebelum memasuki tahapan perancangan arsitektur dan konstruksi bangunan.

Rencana pendirian Lembaga Pendidikan PERSIS Unggul di Kecamatan Pantai Labu merefleksikan upaya nyata dalam mengatasi ketimpangan akses terhadap pendidikan bermutu di wilayah sub-urban. Pemanfaatan instrumen filantropi Islam, seperti tanah wakaf, menunjukkan adanya kemandirian masyarakat dan kesadaran lokal yang tinggi dalam mendukung penguatan literasi dan moralitas generasi muda, sekaligus mengompensasi keterbatasan anggaran pemerintah dalam pembangunan sekolah negeri baru di wilayah pelosok.

Kehadiran sekolah model unggulan di tingkat desa diproyeksikan memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang signifikan dari aspek sosiologis dan ekonomi. Anak-anak di pesisir Deli Serdang kini memiliki pilihan untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa harus menempuh jarak sosiogeografis yang jauh ke pusat kota.

Secara makroekonomi, berdirinya klaster pendidikan baru ini lambat laun akan memicu pertumbuhan pusat ekonomi mikro baru di sekitarnya, mulai dari sektor perdagangan retail hingga penyediaan fasilitas pemukiman penunjang.

Untuk memastikan keberlanjutan proyek strategis ini, tata kelola administrasi dan legalitas pertanahan menjadi poin utama yang harus segera diselesaikan di tingkat agraria agar status sertifikasi wakaf berada dalam kondisi clear and clean guna mengantisipasi potensi sengketa hukum di masa depan.

Langkah ini perlu diimbangi dengan diversifikasi pembiayaan konstruksi melalui penguatan kemitraan antara komite pembangunan dengan sektor swasta lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun badan amal nasional. Terakhir, perancangan kurikulum akademis sejak awal harus diintegrasikan dengan penguasaan literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar para lulusannya tidak hanya memiliki kedalaman akhlak, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi dinamika pasar kerja global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan