Diduga Tak Optimal Usut Korupsi, Perma Labusel Desak Kejatisu Copot Kajari dan Kasi Pidsus Labuhanbatu Selatan

  • Whatsapp
Diduga Tak Optimal Usut Korupsi, Perma Labusel Desak Kejatisu Copot Kajari dan Kasi Pidsus Labuhanbatu Selatan

MEDAN | BIDIKPOST.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa (Perma) Labuhanbatu Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin. Aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya terhadap kinerja aparat penegak hukum di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan.

Ketua Umum Perma Labusel, Amiruddin Siregar, S.H., dalam orasinya menegaskan adanya indikasi ketidakseriusan Kejari Labusel, khususnya pada jajaran Pidsus, dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan, Kasi Pidsus, serta Kasi Intel. Kami menilai mereka tidak optimal dan tidak produktif dalam menuntaskan berbagai dugaan kasus korupsi yang sudah terang benderang di depan publik,” tegas Amiruddin di hadapan Kasi Penkum Kejatisu.

Tak hanya di tingkat wilayah, Perma Labusel juga melayangkan tuntutan keras kepada Jaksa Agung RI, Prof. Dr. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.H., agar mengambil tindakan tegas dengan mencopot para pejabat di Kejari Labusel tersebut demi mewujudkan Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang bersih dari praktik KKN.

Amiruddin juga meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI, Prof. Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum., untuk segera melakukan pemeriksaan intensif dan memberikan rekomendasi pencopotan.

“Kami butuh sosok pimpinan Kejari yang sanggup menjadikan Labusel daerah bebas korupsi. Bukan yang justru terlihat tidak berdaya mengusut kasus-kasus besar yang terjadi secara transparan di masyarakat,” tambahnya.

Menutup orasinya, Amiruddin menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Pihaknya berkomitmen akan terus mengawal laporan dan tuntutan ini hingga ada tindakan nyata dari pimpinan korps Adhyaksa.

“Kami akan terus mengawal permohonan ini. Jika tidak ada respons konkret, kami pastikan akan ada aksi berjilid-jilid sampai tuntutan kami dikabulkan demi kemajuan dan kebaikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *