Aceh Utara – Di sebuah rumah sederhana di Teuping Beulangan, Kecamatan Samudera, seorang ibu menahan kerinduan yang tak terhingga berharap bisa mencium kening sang anak, dari ribuan kilometer jauhnya di Jember, Jawa Timur, putra kebanggaannya, Rizki Alhadi, yang sedang menuntut ilmu.
Rizki adalah definisi nyata dari “anak berprestasi”. Namun, ironi kini menyelimuti kepulangannya. Setelah enam tahun bertahan hidup dan belajar tanpa merepotkan orang tua sepeser pun, pemuda kelahiran 2003 ini kini tak mampu pulang karena ketiadaan biaya.
Mandiri karena Prestasi, Berkelana dengan Doa
Perjalanan Rizki dimulai saat ia meninggalkan SD Teupin Ara. Kecerdasannya membawanya ke Dayah Hafidz Al-Qur’an (Bantuan Turki) di Banda Aceh. Di sana, ia menyelesaikan SMP dan SMA dengan predikat gemilang.
Tak berhenti di situ, garis tangan prestasinya membawa Rizki terbang ke PPA Ibnu Katsir 1, Jember. Hebatnya, selama enam tahun di tanah Jawa:
Nol Rupiah: Keluarga tidak mengirimkan uang saku maupun biaya pendidikan dikarenakan faktor keluarganya kurang mampu.
Beasiswa Penuh: Rizki bertahan hidup murni dari beasiswa dan berkah prestasinya sebagai santri penghafal Al-Qur’an.
Ayah Sakit
Rizki ingin pulang. Ia ingin mencium tangan ayahnya yang kini tengah terbaring sakit, serta memeluk ibunya yang sudah bertahun-tahun menahan rindu. Namun, apa daya, tabungan prestasi Rizki adalah ilmu, bukan materi.
Rizki melanyangkan “surat cinta” penuh harap kepada Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa. Iya berharap sang pemimpin sudi menjadi jembatan bagi kepulangannya.
Menanti Kepedulian untuk Sang Pemuda Berprestasi
Rizki Alhadi adalah aset Aceh Utara. Ia adalah bukti bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk menggapai mimpi hingga ke luar pulau. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah. Akankah kepulangan sang “Pemuda Berprestasi” ini menjadi kado indah bagi keluarga yang sedang berduka karena sakit?
Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari Ayahwa untuk menjemput pulang sang putra daerah yang berprestasi untuk dibawa pulang kepelukan orangtuanya.






