Banda Aceh – Dinamika panjang Konferensi Kabupaten (Konferkab) VIII PWI Aceh Utara akhirnya mencapai muara. Setelah sempat tertunda akibat kericuhan di Syamtalira Bayu bulan lalu, lanjutan konferensi yang digelar di Aula PWI Aceh, Banda Aceh, Minggu (1/3/2026), menetapkan Abdul Halim sebagai Ketua PWI Aceh Utara terpilih periode 2026-2029 secara aklamasi.
Kemenangan Abdul Halim dipastikan setelah satu kandidat lainnya, Dedi Mulyadi, tidak hadir dalam persidangan meskipun telah dinyatakan memenuhi syarat sebagai bakal calon.
Mengacu pada Aturan Pusat
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menegaskan bahwa pemindahan lokasi dan pengambilan alih sementara kepengurusan oleh PWI Provinsi merupakan langkah konstitusional untuk menyelamatkan organisasi. Langkah ini diambil setelah berkonsultasi langsung dengan PWI Pusat.
“Keputusan untuk men-skor persidangan hingga sebulan dan menunjuk Plt Ketua adalah langkah tepat karena kondisi saat itu sudah tidak terkendali. Kami merujuk pada PD/PRT dan arahan Sekjen PWI Pusat,” ujar Nasir Nurdin.
Senada dengan itu, Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, dalam arahannya menekankan bahwa segala persoalan internal harus diselesaikan di dalam forum, bukan melalui asumsi di luar. Ia juga menegaskan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus adalah objek verifikasi, bukan untuk ditolak tanpa dasar forum yang sah.
LPJ Diterima Tanpa Catatan
Dalam pleno yang dipimpin oleh Muhammad Zairin, pimpinan sidang sempat memberikan toleransi waktu tunggu selama dua jam bagi peserta yang belum hadir. Setelah waktu tunggu berakhir, Abdul Halim memaparkan kembali poin-poin krusial dalam LPJ-nya, termasuk:
Transparansi dana pokir Rp300 juta.
Rencana pengadaan tanah kantor.
Kegiatan family gathering.
Klarifikasi pergantian sekretaris.
Seluruh penjelasan tersebut diterima secara bulat oleh forum tanpa catatan, yang kemudian melancarkan jalan bagi Abdul Halim untuk kembali menakhodai PWI Aceh Utara.
Susunan Pengurus Baru
Usai terpilih, Abdul Halim selaku ketua formatur langsung menyusun struktur kepengurusan periode 2026-2029:
Penasehat: Yuswardi Mustafa
Ketua: Abdul Halim
Wakil Ketua I: Hasanuddin
Wakil Ketua II: Khaddin
Sekretaris: Jefry Tamara
Bendahara: Hasballah
Pesan Rekonsiliasi
Dalam sambutan penutupnya, Nasir Nurdin menitipkan pesan mendalam agar pengurus baru segera melakukan rekonsiliasi. Ia berharap intrik yang sempat mewarnai perjalanan organisasi pasca-pemekaran dari PWI Lhokseumawe tahun 2023 dijadikan pelajaran berharga.
” Rekonsiliasi adalah syarat mutlak. Jangan ada lagi rasa curiga atau saling serang. Mari besarkan PWI Aceh Utara dengan profesionalisme jurnalistik yang tinggi,” pungkas Nasir.
Acara ditutup dengan penyerahan pataka PWI dari Ketua PWI Aceh kepada Abdul Halim, menandai dimulainya babak baru kepengurusan PWI Aceh Utara tiga tahun ke depan.






