Pererat Sinergi di Bukber Ke-5, FORKARA Suarakan Aspirasi Status PPPK dan Perlindungan Jabatan Bagi Sekdes Aceh Utara

  • Whatsapp
Pererat Sinergi di Bukber Ke-5, FORKARA Suarakan Aspirasi Status PPPK dan Perlindungan Jabatan Bagi Sekdes Aceh Utara
Foto: Istimewa

Aceh Utara – Momentum bulan suci Ramadhan menjadi ruang diskusi strategis bagi aparatur desa di Aceh Utara. Forum Keurani Aceh Utara (FORKARA) menggelar acara Buka Puasa Bersama ke-5 yang berlangsung khidmat disalah satu cafe Matangkuli, Minggu (08/03/2026).

Mengusung tema “Sinergi Keurani Gampong untuk Aceh Utara yang Lebih Baik, Maju, dan Berkah”, acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Di balik kehangatan berbuka puasa, terselip aspirasi besar mengenai masa depan kesejahteraan para Sekretaris Desa (Sekdes) di Bumi Pase.

Forkara yang Diketuai oleh Ridwan, S.Kom (Sekdes Keutapang, Nisam), Sekjen Mahyudin, ST (Sekdes Trieng KK, Pirak Timur), dan Bendahara Umum Fauzi, ST (Sekdes Pulo U, Tanah Luas)—ini menjadi panggung aspirasi bagi ratusan Sekretaris Desa (Sekdes) se-Aceh Utara.

Aspirasi Status PPPK: Harapan untuk Ayahwa

Usai prosesi berbuka, suasana berubah menjadi ruang audiensi yang serius namun hangat. Di hadapan perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, pengurus FORKARA secara terbuka menyampaikan permohonan agar Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa dapat memberikan perhatian khusus terhadap status kepegawaian para Sekdes.

Dan salah satu poin panas yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah keresahan para Sekdes mengenai stabilitas jabatan mereka. FORKARA meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mempertegas regulasi agar para Geuchik (Kepala Desa) tidak dengan mudah mengancam atau melakukan pemecatan terhadap Sekdes secara sepihak tanpa alasan yang sesuai aturan perundang-undangan.

“Jangan sedikit-sedikit ada selisih paham, lalu Geuchik mengancam pecat Sekdes. Kami butuh kepastian hukum dan perlindungan kerja agar administrasi gampong bisa berjalan profesional tanpa tekanan,” tegas Ketua FORKARA dalam paparannya.

” Dan Kami juga memohon kepada Ayahwa selaku pimpinan daerah untuk dapat mengupayakan peningkatan status para Sekdes di Aceh Utara, setidaknya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” Ridwan.

Langkah ini dinilai krusial sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para “Keurani” (Sekretaris) yang menjadi tulang punggung administrasi dan pembangunan di tingkat gampong.

Respon Pemerintah Daerah

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Tgk. Muhammad Yunus. S.HI, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyatakan kesiapannya untuk meneruskan aspirasi tersebut.

Ia menegaskan akan menyampaikan poin-poin permohonan FORKARA langsung kepada Ayahwa untuk dikaji lebih lanjut sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Daftar Tokoh yang Hadir

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan perwakilan lintas sektor, di antaranya:

Plt. Kadis Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara.
Kapolsek Matangkuli, menunjukkan sinergi antara aparatur desa dan aparat penegak hukum.
Forum Geuchik Kecamatan Matangkuli.
Forum Geuchik Kecamatan Pirak Timur.
Ratusan Sekretaris Desa (Sekdes) dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Utara.

Acara buka puasa bersama ini bukan sekadar seremoni pengisi waktu maghrib, melainkan momentum peletakan batu pertama bagi pondasi kesejahteraan Keurani di Aceh Utara. Kini, bola panas aspirasi status PPPK dan perlindungan jabatan ada di tangan pemerintah daerah. Jika suara dari bawah ini didengar, bukan tidak mungkin Aceh Utara yang ‘Maju dan Berkah’ bukan lagi sekadar tema, melainkan realitas yang nyata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *