Aceh Timur – Tradisi Meugang menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang seharusnya penuh sukacita, justru menyisakan kekecewaan bagi warga Aceh Timur, bantuan sapi dari Presiden RI Prabowo Subianto yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana, kini memicu kontroversi setelah warga mengeluhkan jatah daging yang dinilai tidak layak.
Kekecewaan ini mencuat setelah salah seorang warga mengunggah status di media sosial yang kemudian viral. Investigasi lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan di tingkat akar rumput.
Satu Sapi untuk 1.200 KK
Salah satu Kepala Dusun (Kadus) di Gampong Alue Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk mengungkapkan kebingungannya saat menerima bantuan tersebut. Menurutnya, ukuran sapi yang diserahkan jauh dari kata ideal untuk dibagikan kepada warga dalam jumlah banyak. “Sapi bantuannya hanya satu ekor.
Taksiran, dagingnya hanya sekitar 25-30 kg karena sapinya kecil. Kami bingung cara membaginya, sementara jumlah Kartu Keluarga (KK) di desa kami lebih dari 1.200,” ujarnya kepada awak media.
Hal senada ditekenkan oleh Geuchik Tanoh Anoe, Azhar. Ia mengonfirmasi bahwa berdasarkan laporan dari Kadus, setiap KK diperkirakan hanya mendapatkan 2 ons daging.
“Kalau ingin membantu rakyat jangan setengah hati,” tegas Azhar menyayangkan teknis penyaluran bantuan tersebut.
Kadis Ngaku Lupa Nama Vendor, Berkilah Sapi “Tertukar”
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur, Murdhani, saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Rabu (18/02/2026), mengklaim bahwa penyaluran telah tuntas 100 persen. Sebanyak 398 ekor sapi telah didistribusikan ke 24 kecamatan.
Namun, saat disinggung mengenai sosok di balik pengadaan (vendor), Murdhani mengaku tidak ingat. “Vendornya pihak ketiga. Saya lupa nama CV-nya,” jawabnya singkat.
Kecurigaan publik semakin menguat saat awak media menunjukkan foto sapi bantuan di Gampong Tanoh Anoe yang tampak kurus dan kecil. Menanggapi hal itu, Murdhani berkilah adanya kemungkinan kesalahan teknis di lapangan.
“Sapi dalam jumlah banyak, Bang. Mungkin ada yang tertukar sama penangkar. Nanti ditukar sama vendor melalui Pak Geuchik Tanoh Anoe,” dalihnya.
Kontras dengan Anggaran 7,55 Miliar
Kondisi sapi yang “minimalis” ini terasa kontras dengan nilai proyek yang fantastis. Pemerintah Pusat mengalokasikan dana sebesar Rp7,55 Miliar untuk pengadaan 398 ekor sapi meugang tersebut.
Sebelumnya, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto bagi masyarakat Aceh Timur yang terdampak bencana hidrometeorologi (banjir).
Namun, dengan temuan di lapangan ini, efektivitas dan transparansi penyaluran bantuan tersebut kini dipertanyakan oleh publik.






